Mengherankan jika Mengkritik Tatacara Usaha Da’wah
Setiap aktifitas di muka bumi ini tentunya mempunyai tatacara untuk mencapai sasaran yang ditetapkannya. Tidaklah masuk akal jika kita mempunyai sasaran yang hendak dicapai tidak mempunyai tatacara / prosedur / proses yang sistematik. Jadi sangat heran jika ada yang memberikan pandangan kritik terhadap usaha da’wah dan tabligh ini dikarenakan tatacara atau pola da’wah yang dibangunnya.
Sangat heran jika ada seorang mahasiswa muslim seenaknya belajar dan tidak mengikuti aturan atau tatacara prosedur yang ditetapkan di lingkungan sekolah yang dimilikinya. Atau juga akan bertambah heran jika seorang muslim yang mengambil program S2 atau S3 tidak mengikuti aturan tatacara yang ditetapkannya, dengan alasan yang terpenting adalah sekolah S2 dan menuntut Ilmu.
Popularity: 46% [?]
Sebagian Kaum Muslimin Selalu Berkomentar Pada Jumlah Hari Khuruj Usaha Da’wah, Tetapi Kerdil dalam Analisa dan Sintesa
Terlalu banyaknya sebagian kaum muslimin (baca: salafi) terhadap jumlah hari Khuruj Da’wah memberikan kerangka analisa dan sintesa yang terlalu kerdil dan mengkerdilkan pola berpikir kaum muslimin. Disinilah kita perlu membuka kerangka analisa dan sintesa yang lebih luas, agar kita tidak terjebak dalam kerangka yang mudah untuk membid’ahkan aktifitas kaum muslimin.
Usaha da’wah ini selalu berhubungan dengan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW dan para Shahabat RA, oleh karena itu tentunya kita sendiri perlu banyak berhubungan dengan kisah-kisah itu dengan baik. Perihal waktu sebenarnya tidak merupakan hal yang kaku, tetapi setidaknya dengan adanya pola tertib/keteraturan itu akan lebih mudah bagi kaum muslimin sendiri. Para Ulama yang berkecimpung dalam usaha da’wah ini cukup banyak sebagai ahli hadist, oleh karena itu banyak di antaranya menulis syarh hadits hadist yang cukup tebal-tebal.
Perihal waktu itu banyak berhubungan dengan pesan Nabi kita Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan 10%, dan juga tentunya ada beberapa kisah yang berkaitan dengan 3 hari, 40 hari, 4 bulan. Memang kejadiannya sangat berbeda dan juga aktifitasnya berbeda, tetapi setidaknya pola itu dapat dipergunakan untuk ketertiban dan kemudahan bagi kaum muslimin. Karena meskipun berbeda dari aktifitasnya, tetapi mempunyai kedekatan dari proses penyebaran dan juga pengorbanan untuk agama kita yang mulia, Al-Islam. 3 hari kisah Khalid Bin Walid RA, 40 hari berkaitan kisah Ummar Bin Khatab RA, begitupun juga dengan 4 Bulan berkaitan dengan Ummar Bin Khatab RA. Silahkan untuk membuka lembaran kisah itu yang cukup menarik.
Popularity: 24% [?]
Bagaimana Kita Membahas Perihal Khilafiyyah dan Usaha Da’wah Memberikan Kerangka Sistematik
Perbedaan (ikhtilaf) merupakan perkara yang pasti terjadi dalam kehidupan manusia, ketika manusia memandang satu perkara. Tentunya untuk menghadapi perbedaan ini memerlukan satu hikmah tersendiri, tanpa adanya hikmah maka perbedaan itu akan mengakibatkan perpecahan (tafarruq). Dalam Ushul usaha da’wah dan tabligh menjelaskan perkara yang tidak boleh disentuh, yaitu tidak menyentuh khilafiyyah.
Apakah kerangka da’wah dan tabligh ini hanya asal-asalan saja perihal perkara “tidak menyentuh khilafiyyah”. Kami sebelum berkenalan dengan usaha da’wah dan tabligh, sering dinasehati guru-guru kami sendiri untuk berhati-hati dalam perihal khilafiyyah ini. Kalau memang tidak tahu, jangan masuk dalam lingkungan khilafiyyah. Karena akan menimbulkan perpecahan (tafarruq). Seorang guru sepuh kami memberitahukan untuk banyak mempelajari perihal kitab “Bidayatul Mujtahid”, susunan Imam Ibnu Rusd Rah. Beliau menjelaskan bahwa banyak perbedaan, yang biasanya menimbulkan perpecahan di kalangan orang yang tidak mengerti.
Popularity: 18% [?]
Pendalaman DALIL terhadap Da’wah yang TERTIB tentunya memerlukan proses-proses perbaikan yang terus-menerus dan berkelanjutan
Dear All,
Da’wah Islam merupakan amal Islam yang sangat fundamental untuk diperhatikan dengan baik dan seksama, sehingga tentunya menjalankan da’wah Islam itu tidaklah asal-asalan tetapi perlu dijalankan dengan Tertib. Dan untuk menjaga ataupun membentuk da’wah Islam yang tertib tentunya juga memerlukan satu pendekatan yang baik pula. Artinya perlu proses-proses yang mendorong untuk pembentukan da’wah Islam yang tertib itu.
Da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghujat ataupun meremehkan sebagian kaum muslimin lainnya, bahkan juga kepada ummat-ummat lainnya. Begitupun juga da’wah Islam tidak menganjurkan untuk menghasilkan saling berbantahan di antara pelaku da’wah itu sendiri. Tetapi kita harus menyadari bahwa manusia itu tetap manusia, artinya kekhilafan itu pasti datang, begitupun dengan kami sendiri.
Di bawah ini terdapat empat proses yang perlu selalu dijaga dan terus berlanjut, sehingga perbaikan-perbaikan atau peningkatan-peningkatan dalam aktifitas da’wah Islam dapat mencapai TERTIB yang lebih dari waktu ke waktu tentunya.
Popularity: 25% [?]
saling menasehati dalam al-Haq dan saling menasehati dalam kesabaran
Dear all,
Kalau kita terbiasa untuk saling berkomentar dalam satu perkara, dari kerangka yang berbeda, dimana yang satu menilai dari apa yang “dilihat” dan yang satu menilai dari apa yang “dirasakan dan diterjuni”, dan jika terus ’saling-berkomentar’ ini terbangun di kalangan ummat Islam; maka tidak pernah wujud apa yang disebutkan dalam ayat al-quran “saling menasehati dalam al-Haq dan saling menasehati dalam kesabaran”.
Tentunya bagi yang kaum muslimin muslim dari apa yang ‘dilihat’ saja, sebaiknya untuk lebih mengetahui lebih baik, dan kalau ada kekurangannya dari apa yang ‘diliha’ maka sebaiknya terjun dan berikan nasehat secara baik dan hikmah. Tidaklah mungkin menasehati apa yang ‘dilihat’ itu disampaikan dalam forum ini, TETAPI sebaiknya menyampaikan pada orang yang terdapat kekeliruan atau kekhilafan dari yang bersangkutan. Bukankah kita sering membaca al-quran dan as-sunnah?
Popularity: 20% [?]
Da’wah itu memerlukan tertib, jika berkeinginan mendapatkan manfaat yang lebih besar daripada madhoratnya
Dear All,
Bid’ah dholalah, syrik dan macam-macam yang bertentangan dengan Al-Islam perlu dijelaskan dengan baik kepada kaum muslimin, tetapi menjelaskan dan menerangkan hal-hal tersebut memerlukan TERTIB. Tanpa adanya TERTIB maka kita kaum muslimin sendiri akan mendapatkan hal-hal yang kurang diinginkan. Nabi Muhammad SAW sangat menekankan TERTIB ini dengan baik, dan beliau tidak hanya menjelaskan dengan kalimat-kalimat tetapi juga dengan bentuk-bentuk contoh yang bisa dipahami dengan baik.
Ada seorang badwi buang air kecil di dalam masjid Nabawi, bisa kita bayangkan bagaimana perasaan para Shahabat RA yang melihat itu. Tentunya mereka marah dan kesal, sehingga ada saja yang akan memukulnya. TETAPI Nabi kita yang mulia, Nabi Muhammad SAW, melarangnya bahkan beliau menyuruhnya membawa air untuk disiramkan. Itulah da’wah dan pengajaran tidak boleh kasar.
Popularity: 20% [?]
Surat-Menyurat Da’wah Dengan Abdul Qahhar
Abdul Qahhar Wrote:
Salam ukhwah, saya agak terlewat membaca blog ini mungkin. tapi, saya sudah pun membaca sebahagian besar artikel dalam blog ini.
dah sekian lama saya mencari jawapan kepada persoalan dan tomahan kepada usaha tabligh ini sebenarnya. sebab adalah tak adil jika tidak mendapatkan keterangan dari pengiat tabligh sendiri berkenaan tomahan tersebut.
rata-rata, sikap ahli tabligh yg tidak mahu membicarakan perihal isu dan tomahan ttg tabligh menjadikan org luar susah untuk menerima gerak kerja Tabligh ini.
setelah membaca blog ini, kebanyakkanya persoalan dalam diri saya telah terjawab berkenaan dengan perihal tabligh dari hukum syarak dan menjwab fatwa2 yang terlibat.
kami berharap pihak tuan dapat kembali aktif dlm blog ini untuk terus menerus memberikan kefahaman ttg JT ini sendiri.
harapan dari semua pihak agar semua jemaah dapat bersatu di atas nama Islam, dan berharap agar pimpinan tabligh turut mengesa ahli untuk belajar menerima bezanya jemaah Islam lain pula…
Maradhatillah
Popularity: 15% [?]
Recent Comments